KUPI dan Alimat Bersinergi dengan Universitas Hamzanwadi Menggelar Advokasi dan Edukasi Bahaya P2GP bagi Perempuan
Pancor, 5 November 2025 — Universitas Hamzanwadi melalui Pusat Kajian dan Pengembangan GEDSI, bekerja sama dengan ALIMAT dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), menyelenggarakan kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Sikap dan Pandangan Keagamaan KUPI tentang Perlindungan Perempuan dari Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) yang membahayakan tanpa alasan medis. Kegiatan berlangsung di Meeting Room Rektorat Universitas Hamzanwadi, dihadiri akademisi, aktivis, ulama perempuan, perwakilan dosen, Muslimat NWDI, Tuan Guru, mahasiswa, serta lembaga masyarakat.
Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, menegaskan komitmen kampus dalam penguatan isu GEDSI dan perlindungan perempuan serta kelompok rentan sebagai wujud Islam rahmatan lil ‘alamin. Ketua ALIMAT, Dr. Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah, M.Si, menekankan pentingnya pemahaman komprehensif terhadap P2GP yang berakar pada konteks sosial, budaya, dan keagamaan, serta mendorong peserta menjadi agen penyebar pengetahuan di masyarakat.
Dari KemenPPPA, Dian Ekawati, S.Sos., MIS, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini dan menegaskan komitmen pemerintah melindungi anak perempuan dari praktik P2GP yang tidak memiliki dasar medis maupun agama. Kegiatan inti menghadirkan narasumber seperti Satyawanti Mashudi membahas aspek medis dan etika praktik P2GP, perspektif hukum dan budaya, serta Prof. Dr. Atun Wardatun, M.Ag., M.A., Ph.D yang menjelaskan Fatwa KUPI tentang Khitan Perempuan sebagai panduan keagamaan yang menegakkan keadilan dan kemaslahatan.
Peserta berdiskusi dalam kelompok untuk merumuskan strategi pencegahan P2GP dan rencana tindak lanjut. Acara ditutup dengan penandatanganan MoU antara Universitas Hamzanwadi, ALIMAT, dan DPPM, sebagai langkah konkret memperkuat kerja sama dalam advokasi perlindungan perempuan dan anak, sekaligus memperluas peran kampus, ulama perempuan, Muslimat NWDI, dan mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
