logo
Admin Nov. 13, 2025, 9:30 a.m Kerjasama

Universitas Hamzanwadi Kolaborasi dengan Pemprov NTB dalam Program Sistem Informasi Desa (SID) untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Mataram, 11 November 2025 — Universitas Hamzanwadi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program Desa Berdaya dan pengembangan Sistem Informasi Desa (SID).

Program Desa Berdaya merupakan salah satu inisiatif Pemerintah Provinsi NTB bersama SKALA yang bertujuan memperkuat fondasi pembangunan desa dengan prinsip transformatif, inovatif, graduatif, kolaboratif, serta mengoptimalkan orkestrasi sumber daya yang ada untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan menggali potensi desa.

Dalam kolaborasi ini, Universitas Hamzanwadi berperan aktif melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada digitalisasi desa. Melalui pengembangan Sistem Informasi Desa (SID), universitas berupaya menyediakan basis data yang akurat mengenai potensi, demografi, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat desa. Data ini menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam pengambilan keputusan strategis untuk mengatasi permasalahan di desa-desa ekstrem.

Direktur Universitas Hamzanwadi menyampaikan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui penelitian dan pengabdian yang melibatkan dosen dan mahasiswa.

“Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui inovasi digital dan kolaborasi lintas sektor. Ini adalah bagian dari peran universitas dalam mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan berdaya,” ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 11 November di Kota Mataram ini dihadiri oleh perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari sembilan perguruan tinggi se-NTB, serta unsur pemerintah daerah seperti Bappeda NTB, Dinas Komunikasi dan Informatika, dan Dinas Dalam Negeri.

Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam mengatasi berbagai isu di tingkat desa, terutama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Barat.