logo
Admin Nov. 7, 2025, 12:24 p.m Kerjasama

Universitas Hamzanwadi Hadir dalam Konsultasi Kelompok Terfokus Kesetaraan Gender KONEKSI Australia Indonesia

Mataram, 6 November 2025 — Universitas Hamzanwadi melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan GEDSI berpartisipasi dalam Konsultasi Kelompok Terfokus mengenai Kesetaraan Gender yang diselenggarakan oleh Kemitraan Kolaborasi Pengetahuan dan Inovasi Australia–Indonesia (KONEKSI) di Prime Hotel Mataram. Kegiatan ini menjadi bagian dari perancangan Program Kepemimpinan Kesetaraan Gender, yang bertujuan memperkuat ekosistem pengetahuan inklusif dan berkeadilan gender di Indonesia.

Acara dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, peneliti, aktivis, praktisi kesehatan, arsitek, tokoh lintas iman, perwakilan Komnas Perempuan, dan pemerhati budaya. Dari Universitas Hamzanwadi hadir Prof. Dr. Khirjan Nahdi, M.Hum selaku peneliti bidang gender, Desi Ariska, M.Psi selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan GEDSI, dan Baiq Desi Dwi Arianti, S.Kom., M.T selaku Anggota Satgas GEDSI, yang masing-masing memaparkan perspektif penelitian, dukungan korban kekerasan berbasis gender, serta hasil FGD sektor pendidikan terkait literasi dan kebijakan gender di kampus.

Prof. Khirjan Nahdi menekankan pentingnya integrasi perspektif budaya, sosial, dan agama dalam arus utama kesetaraan gender, sementara Desi Ariska menyoroti peran institusi pendidikan dalam mendukung korban kekerasan untuk bersuara dan mendapatkan akses pemulihan yang aman. Baiq Desi Dwi Arianti menunjukkan bahwa pemahaman tentang gender equality masih beragam dan perlu diperkuat melalui literasi, kebijakan, dan budaya kelembagaan yang responsif GEDSI.

Keterlibatan Universitas Hamzanwadi menegaskan komitmen institusi untuk memperkuat tata kelola kampus berperspektif GEDSI, mengembangkan penelitian dan kebijakan inklusif, serta memperluas jaringan kolaborasi nasional dan internasional dalam isu kesetaraan gender. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi pengembangan program kepemimpinan dan advokasi gender di Indonesia.