DPPM Universitas Hamzanwadi Gelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Berbantuan AI
Pancor, 22 Juni 2026 — Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hamzanwadi menyelenggarakan workshop bertajuk “Penulisan Artikel Ilmiah Berbantuan Kecerdasan Buatan (AI): Tren, Panduan, dan Aplikasinya”. Kegiatan ini menghadirkan Soeharto, Ph.D., Peneliti Pusat Riset Pendidikan BRIN, sebagai pemateri. Workshop ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kapasitas dosen, peneliti, dan sivitas akademika dalam memahami perkembangan teknologi kecerdasan buatan serta pemanfaatannya secara tepat dalam proses penulisan artikel ilmiah.
Dalam pemaparannya, Soeharto, Ph.D. menyampaikan bahwa AI saat ini telah menjadi salah satu instrumen penting yang dapat mendukung produktivitas akademik, mulai dari pencarian ide, penyusunan kerangka artikel, pengelolaan referensi, peningkatan kualitas bahasa, hingga penyempurnaan struktur naskah ilmiah. Namun, beliau menegaskan bahwa penggunaan AI harus tetap berada dalam koridor etika akademik. AI tidak boleh menggantikan peran utama penulis dalam membangun argumen ilmiah, melakukan analisis, menafsirkan data, serta memastikan orisinalitas dan keabsahan substansi artikel.
Pemateri juga menekankan pentingnya memahami kebijakan penggunaan AI pada berbagai penerbit internasional bereputasi, seperti Elsevier, Springer Nature, dan penerbit akademik lainnya. Setiap penulis perlu memperhatikan prinsip transparansi, tanggung jawab akademik, penghindaran plagiarisme, serta kejelasan kontribusi manusia dalam naskah ilmiah. Melalui kegiatan ini, DPPM Universitas Hamzanwadi berharap para peserta mampu memanfaatkan AI secara bijak, etis, dan produktif untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, sekaligus menjaga integritas akademik dalam setiap karya yang dihasilkan.
Selain membahas aspek etika, pemateri juga memperkenalkan beberapa jenis teknologi AI yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penulisan artikel ilmiah. Beberapa di antaranya adalah AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Microsoft Copilot yang dapat membantu menyusun ide, memperbaiki struktur tulisan, serta meningkatkan kejelasan bahasa akademik. Selain itu, terdapat pula perangkat berbasis AI untuk penelusuran literatur dan pemetaan referensi seperti Elicit, Perplexity, Scite, Semantic Scholar, dan Connected Papers. Untuk mendukung kualitas bahasa dan tata tulis, peneliti juga dapat menggunakan aplikasi seperti Grammarly, QuillBot, atau DeepL Write. Meskipun demikian, seluruh penggunaan AI tersebut harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti tanggung jawab akademik penulis dalam memastikan validitas data, ketepatan referensi, orisinalitas gagasan, dan integritas karya ilmiah.
